
Banda Aceh, 7 September 2025 — Komunitas Akupunktur Aceh berkesempatan berbagi pengalaman dan wawasan dalam program “NGOBRAS” (Ngobrol Santai) di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Aceh FM 97,7 Hz. Acara bincang-bincang ini menghadirkan dua tokoh penting, yaitu Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, MA, seorang tokoh terkemuka Aceh, dan Dr. Yoo JAE Jung, selaku pemilik dan pendiri Yayasan RAPA yang menaungi Akademi Akupunktur Aceh (AAA).
Dalam siaran yang dipandu oleh penyiar radio, diskusi hangat terfokus pada peran Komunitas Akupunktur Aceh yang bergerak di bidang sosial dan metode pengobatan tradisional. Para pendengar disuguhkan informasi mendalam mengenai bagaimana komunitas ini secara aktif mengedukasi masyarakat tentang manfaat akupunktur, bukan hanya sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya sosial yang menyentuh berbagai kalangan.
Puncak dari bincang-bincang ini adalah kisah inspiratif dari Prof. Dr. Ir. Ahmad Humam Hamid, MA. Beliau berbagi pengalaman pribadinya mengenai pengobatan akupunktur yang mengubah hidupnya. “Dari insomnia, berkecimpung ke komunitas akupunktur!” ungkapnya. Pengalamannya sembuh dari insomnia lewat terapi akupunktur membuatnya semakin tertarik dan akhirnya bergabung sebagai pembina di Yayasan RAPA. Kisah ini menjadi bukti nyata efektivitas akupunktur dan menunjukkan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan langsung.
Dr. Yoo JAE Jung turut menjelaskan secara ilmiah dan praktis tentang akupunktur, melengkapi cerita personal dari Prof. Humam. Kombinasi antara pengalaman otentik dan penjelasan ahli menjadikan obrolan ini sangat informatif dan menarik.
Kehadiran Komunitas Akupunktur Aceh di RRI Pro 1 Aceh diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengobatan tradisional dan peran aktif AAA dalam dunia sosial dan kesehatan. Bagi yang ingin melihat siaran lengkapnya, dapat disaksikan melalui tautan berikut: KOMUNITAS AKUPUNTUR ACEH BERGERAK DI BIDANG SOSIAL & METODE PENGOBATAN TRADISIONAL | NGOBRAS – YouTube.
Acara ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga jembatan komunikasi antara Akademi Akupunktur Aceh dan masyarakat luas, membuka pintu bagi pemahaman yang lebih baik tentang dunia akupunktur.




